đź—» Proses Pengujian Produk Makanan
PengujianMutu Makanan Kaleng Pengawasan pada produksi makanan yang dikalengkan harus dilakukan selama persiapan bahan mentah dan pemanasan, untuk itu perlu dilakukan pengujian secara fisik dan kimiawi serta pengujian secar mirobiologis. Fortifikasi (penambahan) vitamin dapat dilakukan untuk mengganti kehilangan selama proses. Produk buah
BAHANAJAR PENGUJIAN BAHAN PANGAN No. BAK/TBB/BOG311 Revisi : 00 Tgl. 01 Mei 2010 Hal 1 dari 9 Semester III BAB III Prodi Teknik Boga Dibuat oleh : Diperiksa oleh : Akibatnya, proses pendaftaran produk makanan dan minuman menjadi terkendala karena industri tidak dapat memenuhi persyaratan yang diminta. Selain
Penyaringanatau pemilihan ide produk. Pengembangan dan pengujian konsep. Menyusun strategi pemasaran. Melakukan analisis bisnis (business analysis). Mengembangkan dan menyempurnakan produk. Uji pemasaran (skala kecil). Memasarkan produk dalam skala besar (komersialisasi). Baca juga: 7 Tips Branding Produk Makanan Agar Dikenal Banyak Orang
OlHvLh. Pengujian sampel, petugas laboratorium, adalah ibarat jantung dalam tubuh atau dapur dalam suatu rumah. Oleh karenanya, peranan pengujian ini dalam dalam mendukung pengawasan obat dan makanan di Indonesia adalah vital, tidak dapat dianggap sebelah zaman dan teknologi ternyata telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan produksi obat dan makanan yang sangat pesat di dunia. Oleh sebab itu, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia SDM menjadi tantangan nomor wahid. Ditemukan dan diproduksinya berbagai macam bahan tambahan pangan baik sintesis maupun alami, berbagai teknik sterilisasi makanan, aplikasi bioteknologi seperti teknologi modifikasi organisme berbasis molekular, dan lain sebagainya menyebabkan pentingnya seorang penguji laboratorium untuk meningkatkan kompetensinya terkait produk-produk dalam ruang lingkup pengujian mereka. Hal ini penting untuk dapat mengetahui potensi ketidakamanan suatu produk yang dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang termasuk proses produksinya, yang kemudian akan menentukan arah pengembangan metode pengujian yang diperlukan untuk mendeteksi tingkat ketidakamanan tersebut dan/atau potensi pemalsuan suatu produk. Tentu saja pengembangan metode pengujian tersebut harus jalan beriringan dengan standar keamanan yang dipersyaratkan untuk suatu produk. “Melompat” atau Jalan di TempatPenguji laboratorium harus berupaya “melompat” untuk mengejar ketinggalan atau update dengan perkembangan terkini di negara-negara maju. Jika pada metode tertentu tidak tersedia metode Internasional dan nasional yang sesuai, maka penguji harus mencari atau memodifikasi metode yang cocok untuk dikembangkan di laboratorium. Untuk produk tertentu, harmonisasi metode sangat diperlukan untuk mencegah perbedaan hasil antar laboratorium. Berbagai perkembangan teknologi diyakini mampu mengatasi permasalahan pangan dan kesehatan di dunia. Berdasarkan Prianto et al. 2017, ketidakseimbangan jumlah penduduk di dunia dan ketersediaan pangan memicu dikembangkannya Genetically Modified Organism GMO. Herawati 2016 dalam tulisannya menyebutkan bahwa semakin bervariasinya penyakit pada masyarakat modern, memunculkan pengembangan produk biofarmasi berupa rekombinan protein terapetik, antibodi dan hormon menggunakan sel-sel hidup dengan memanfaatkan teknologi DNA rekombinan. Sejalan dengan perkembangan produk biofarmasi, penelitian terhadap aplikasi stem cell untuk berbagai terapi pengobatan penyakit, salah satunya seperti yang dilaporkan Zakrzewski et al. 2019, atau teknik pengeditan genom berbasis molekuler yang ditemukan hampir sepuluh tahun lalu digadang-gadang sangat berpotensi untuk diterapkan dalam bidang pertanian produksi GMO, farmasi dan pengobatan seperti pada pengobatan cancer, infeksi virus hingga mengatasi masalah mikroorganisme yang resisten terhadap antibiotik, seperti yang dilaporkan oleh Li et al. 2020 dan Gholizadeh et al. 2020. Teknik pengeditan genom bahkan diklaim mampu diaplikasikan untuk memodifikasi calon bayi yang ingin dilahirkan seperti ingin bermata birukah, ingin berhidung mancungkah atau menghilangkan berbagai penyakit keturunan yang tentu saja telah memunculkan banyak kontra karena melanggar etika dan hak asasi calon bayi tersebut, walau tidak sedikit pula yang mendukung. Penelitian aplikasi bioteknologi tersebut sudah banyak sekali dilakukan, beberapa juga sudah beredar dan selebihnya mungkin hanya menunggu waktu yang tepat untuk meluncur kehadapan publik. Beberapa contoh tersebut memang berbau klinis, namun siapapun yang akan mengawasi keamanannya haruslah mulai bersiap-siap. Peningkatan Kapasitas LaboratoriumSetelah dikuasainya ilmu, peningkatan kapasitas laboratorium seperti pemenuhan kebutuhan alat, pereaksi dan baku pembanding menjadi tantangan selanjutnya. Penentuan spesifikasi alat akan bergantung pada pengetahuan yang dimiliki oleh user, dalam hal ini penguji. Namun, beberapa masalah klasik seperti tersedia atau tidaknya anggaran dan proses pengadaan barang atau jasa sedikit banyak juga akan mempengaruhi. Perencanaan yang baik merupakan kunci mengatasi kedua masalah klasik alat, pereaksi dan baku pembanding untuk mengakomodir pengujian semua jenis produk yang beredar akan berimbas pada membengkaknya anggaran negara yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kapasitas laboratorium harus ditingkatkan se-efektif dan se-efisien mungkin tanpa harus mengurangi kualitas dan kuantitas pengawasan obat dan makanan di Indonesia. Untuk Instansi pemerintah yang memiliki banyak cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, regionalisasi laboratorium mungkin menjadi pilihan yang paling tepat seperti yang akan dilaksanakan oleh BPOM. Balai Besar atau Balai POM dan Loka akan dikelompokkan dalam beberapa grup yang masing-masing kelompok akan bertanggung jawab atas beberapa ruang lingkup pengujian tertentu atau berbeda, sehingga mereka tidak harus membeli alat atau menguji produk yang sama dan dapat saling melengkapi satu sama lain. Indonesia dengan bentuk negara kepulauannya akan menjadi tantangan tersendiri. Metode sampling dan pengiriman sampel yang tepat serta sistem pelaporan yang mumpuni tentu harus disiapkan. Secara umum, semua masalah tersebut mungkin terjadi pada seluruh laboratorium pengujian yang ada di Indonesia, yang membedakannya mungkin hanya ruang lingkup pengujiaannya saja. Oleh sebab itu, meningkatkan kualitas jejaring yang sudah ada dengan laboratorium pengujian obat dan makanan lainnya, dan stakeholder terkait sangat penting untuk mempercepat pemerataan kapasitas laboratorium. Salah satu hal positif yang dapat diperoleh selama pandemi Covid-19 seperti ini yaitu terbukanya kesempatan bagi para penguji untuk dapat meningkatkan kompetensinya. Harus menjaga jarak fisik membuat menjamurnya webinar di seluruh dunia. Jika sebelum pandemi, kesempatan pelatihan hanya menjadi milik satu atau dua orang saja untuk setiap materi dan mungkin hanya beberapa materi yang dapat diakomodir dalam setahun karena mahalnya biaya pelatihan, maka dengan banyaknya webinar gratis telah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi setiap orang untuk dapat belajar tanpa batas, minimal menguasai teori dan prinsip keilmuan. Materi webinar yang adapun juga sudah sangat bervariasi. Oleh karena itu, kesempatan ini sebaiknya dimanfaatkan sebaik-baiknya di sela-sela kesibukan yang ada. Marilah bersiap untuk kemajuan pesat ilmu teknologi dan sambutlah dengan gembira hal-hal positif yang dapat mengatasi permasalahan kesehatan di dunia walaupun harus menuntut kita untuk terus belajar dan aktif dalam meng¬-update perkembangan teknologi terkini demi kesehatan masyarakat Indonesia.
Regardless of the food product you’re developing, food manufacturers all share common goals – to produce structurally sound products of the highest quality, to offer foods that are competitive in taste, nutritional value, and price, and to ensure every product that reaches the consumer is 100% safe. It doesn’t matter how skilled and experienced your production team is – the only certain way to remain in compliance, protect your valuable consumers, and achieve success with your new product is through a rigorous food testing and analysis process. The importance of food testing for new products During the development of any new foods, testing must occur to gain a clearer understanding of the product’s performance and compliance to its label. This is crucial to a food manufacturer’s overall success. While the ingredients of each product are well-documented in any facility, nuances arise during manufacturing and must be accounted for to ensure the best, most accurate information about specific attributes that may affect product performance. Analysis of vital product traits A thorough food analysis involves numerous tests. These tests identify and measure pertinent product characteristics that not only indicate how well a developing product will perform but also determine if it is in compliance. The testing process should include Nutritional values to reduce labeling risk and provide tangible quality monitoring Product quality measurements to prove the product is acceptable to consumers in terms of nutrients, microbial levels, safety, appearance, texture, and more Process variability studies to indicate areas of variability in your manufacturing process and enhance cost-efficiency Shelf life and product performance determinations to ensure quality, longevity, and customer satisfaction Functionality of physical attributes analysis to examine particle size, texture, color, moisture isotherms, and more Food Testing Our knowledge and experience help your brand deliver the ideal consumer experience every time. Contact us to learn about our pragmatic solutions for food testing. Contact us What to expect from food analysis First and foremost, each test used to analyze a new product depends on the type of product itself. That means a unique combination of food testing should be applied to each individual product, and there is no such thing as a one-size-fits-all analysis process for your entire lineup. However, regardless of product, every food testing process shares commonalities that are vital to the safety and success of developing foods. For instance, food safety tests for contaminants, mycotoxins, pesticides, and microbiology, as well as analysis for protein, vitamins, carbohydrates, enzymes, fats, and other food characteristics, should always be included in your food testing protocol. In addition, nutritional label testing should be conducted to ensure compliance with the latest Food & Drug Administration FDA regulations, which are revised regularly and should be tested accordingly. The latest FDA clarification, for instance, applies to honey, maple syrup, and other single-ingredient manufacturers and determines how the sugar content in the product should be correctly displayed on the label. A company’s failure to adhere to something this simple can result in fines and serious consequences to its reputation, which is why nutritional label testing is standard across all developing food products. Immediate outcomes of food testing By ensuring new products pass these tests, manufacturers can produce pre-sale samples to ensure their consumers receive a safe and satisfying product that will bring their business success for years to come. They’ll also be able to understand any inefficiencies in their production process, as manufacturers with multiple plants often uncover different transfer points at each plant, and those values must be adjusted to confirm values for their suggested targets. A process that cannot be rushed Depending on which product is being tested and the specific tests to be administered, all food analysis tests require different lengths of time to generate results. On average, it can take up to nine business days for the test to be completed and for you to receive your results. You can prepare for and understand the timeframe by visiting Medallion Labs’ test library or by calling 1-800-245-5615 for more information. Though these turnaround timeframes ensure thorough testing and accurate results, many manufacturers are tempted to speed up the food analysis process any way they can. The phrase “time is money” comes to mind, as some worry that if an analysis isn’t finished quickly enough, it could affect their bottom line. But in reality, the more time you invest in the food testing process, the better off your bottom line will be in the long run. Moving too quickly puts you at risk for making costly assumptions about results with insufficient information. It could also mean running the wrong tests or not knowing which tests are best for your product. Both of these instances result in the same consequences – wasted time and resources, the need for extra work to correct the error, and unnecessary stress from an oversight putting you behind schedule leading up to your product’s launch. Best practices for food sample preparation After your food analysis testing is complete, it is time to move on to the next phase in product development, which involves preparing food samples for distribution. Food samples provide an excellent opportunity to learn even more about your product’s performance and gain valuable feedback and insights about where your manufacturing process or ingredient selection can be improved. As with any aspect of developing new food products, your food samples must be produced with the utmost care and attention to detail. One method for doing so involves making sure that your facility utilizes meticulous recordkeeping, allowing you to distinguish your samples and label them appropriately. Other best practices include Ensuring a full understanding of what you are testing to determine the best use of your product Working with your plants to understand their collection points and align all data Preserving a fair amount of the sample products in a safe place in case the need for further or repeat testing arises The food testing support you need Developing new food products is not a simple task, and you’re not alone if you feel like the food testing and analysis component of the process puts added strain on your already busy team. That’s why more and more manufacturers are partnering with Medallion Labs. You can consider our team a line of defense for your products and consumers, as we have developed a time-tested process backed by 150 years of experience to maintain the integrity of your brand. Medallion Labs also supports manufacturers who are developing new products long before food testing begins. We provide consulting during the early development stages of new food products to offer insights into your most valuable testing opportunities and when analysis should occur. Connect with us today for more information on how our services will help you successfully bring your new product to market. Let’s Get to Work! Submit your order online and ship your samples today. If you have questions, we are always here to help. Medallion Labs+ A food testing program designed with mid-market and enterprise food and ingredient manufacturers in mind.
Riset produk dan pengembangan produk Evaluasi kualitas dan sifat pengolahan makanan Produksi makanan dengan tekstur yang diinginkan pengujian berbagai resep dan bahan serta pengaruhnya terhadap produk selama proses produksi Perbandingan produk Untuk optimalisasi produk, bahan baru atau alternatif dapat dibandingkan dengan bahan yang sudah ada, atau produk sendiri dapat dibandingkan dengan pesaing pembanding Menentukan pengaruh kemasan terhadap kualitas pangan Pengujian kualitas Barang masuk cek Toleransi dapat ditentukan dan barang masuk diperiksa untuk pengiriman. Perubahan atau variasi kualitas produk dari masing-masing produsen dapat dilacak dengan mudah. Sebelum dan selama produksi Menentukan perubahan struktural produk selama proses produksi dan pengaruh perubahan yang dilakukan terhadap komponen proses, misalnya suhu, kelembaban, dan waktu memasak / memanggang. Kontrol kualitas selama produksi atau produk jadi untuk memastikan kualitas yang konsisten. Transportasi / penyimpanan dampak penyimpanan dapat dievaluasi dengan menentukan stackability, firmness, shelf life dan durability. Kesegaran di POS tempat penjualan dan daya tahan di rumah konsumen apakah karakteristik produk dapat dipertahankan hingga akhir masa simpan? Die ini sebagian besar digunakan untuk uji penetrasi untuk menentukan kekerasan makanan. Tes ini digunakan secara luas dan dapat digunakan untuk banyak makanan. Memilih cetakan yang sesuai adalah hal mendasar cetakan silinder memberikan tegangan tekan ke permukaan dan tegangan geser ke tepi dan luas permukaan luar. Ball die dimulai dengan gaya vertikal dan selama pengujian semakin banyak gaya horizontal yang ditambahkan. ZwickRoell menawarkan indenters dalam berbagai bentuk, ukuran, dan bahan untuk memenuhi semua kebutuhan Anda. Untuk penentuan kekencangan roti menurut AACC74-09 die silinder memampatkan irisan roti hingga 40% dalam dua siklus. Pada kompresi 25% CFV nilai gaya kompresi telah ditentukan. Kekuatan gel menurut Bloom GME Monograph 2005, ISO 9665 diukur oleh banyak produsen dan pengolah gelatin. Kekuatan gel dalam gram Bloom adalah massa yang diperlukan untuk menekan plunger standar 4 mm ke dalam gel. Metodenya meliputi persiapan spesimen yang komprehensif dalam stoples Bloom khusus. Karakteristik menggigit, kerenyahan, kekencangan makanan. Sel geser Kramer mensimulasikan satu gigitan makanan dan memberikan informasi tentang karakteristik gigitan, kerenyahan dan kekencangannya. Digunakan untuk produk daging dan ikan, buah dan sayuran berukuran kecil, serta untuk sereal dan makanan ringan seperti keripik kentang. Pisau 5 atau 10-geser bergerak dengan kecepatan konstan melalui material spesimen, mengompresi, memotong, dan mengekstrusi melalui alas yang berlubang. Pengujian dilakukan pada jumlah sampel yang telah ditentukan. Beberapa bilah memberikan pengukuran untuk beberapa posisi pada waktu yang sama, mengkompensasi penyimpangan tekstur lokal. Dalam uji Warner Bratzler, sebuah pisau memotong spesimen. Perilaku geser memberikan informasi tentang ketangguhan dan kelembutan produk daging dan ikan, kerenyahan sosis, serta ciri gigitan kue dan pastri. Pisau lurus terutama digunakan untuk spesimen persegi panjang dan pisau berlekuk untuk spesimen bundar seperti sosis. Karena reprodusibilitas hasil yang baik, uji ini banyak digunakan. Dalam uji lentur 3 titik, spesimen terletak pada dua landasan dan dibebani secara terpusat dengan landasan atas. Rentangnya dapat disesuaikan dengan spesimen. Pengujian ini sangat ideal untuk produk brittle, yang diproduksi dengan ukuran spesimen yang identik, misalnya wafel, kue, batang coklat, dan produk mie. Kekuatan lentur dan kekuatan patah, kemampuan retak dan kerapuhan memungkinkan kesimpulan yang diambil untuk resep yang berbeda. Selanjutnya Anda dapat menganalisis pengaruh kelembaban, waktu dan suhu pemanggangan serta pengemasan dan penyimpanan terhadap karakteristik produk. Juga untuk penentuan perilaku penumpukan Dalam uji kompresi, spesimen lebih kecil dari cetakan kompresi. Bahkan di bawah kompresi, spesimen tidak boleh melewati tepi dari die. Pengujian kompresi dilakukan pada spesimen brittle untuk mengetahui kerapuhan, kesegaran, dan kekerasan spesimen seperti permen, biji kopi, atau buah untuk penentuan perilaku susun. Pengujian dilakukan sebagai prosedur siklik pada benda uji elastis seperti roti, kue, keju, ikan, dan marshmallow Spesimen dikompresi dua kali hingga derajat tertentu dan kemudian telah terkompresi. Perilaku kompresi dan pemulihan menunjukkan kekencangan, kekakuan, derajat kematangan, dan sifat visko-elastis. Sel OTMS Ottawa Texture Measuring System menentukan kekencangan produk dengan kompresi dan ekstrusi. Ini digunakan untuk menentukan karakteristik seperti kematangan, kelembutan, kerenyahan atau pekerjaan ekstrusi pada jumlah sampel yang ditentukan. Metode ini cocok untuk produk yang mudah diekstrusi seperti sayuran kaleng, keju krim, dan pâté. Ini juga dapat digunakan untuk ekstrudat dan sereal. Berbagai pelat ekstrusi dan sisipan reduksi untuk mengurangi volume membuatnya mudah untuk menyesuaikan perlengkapan ke bahan spesimen yang berbeda. Pengukuran gaya kompresi murni dimungkinkan dengan penggunaan pelat penyegel. Beberapa proses pembuatan secara bertahap memecah jaringan kristal lemak pada lemak seperti mentega dan margarin. Perubahan material ini diukur dengan pekerjaan pelunakan atau kekerasan yang tersisa. Die ekstrusi belakang dengan banyak lubang mengekstrusi lemak dalam beberapa siklus. Pengujian menentukan kekerasan yang tersisa setelah jumlah siklus yang ditentukan atau jumlah siklus yang diperlukan untuk mencapai kekerasan tersisa yang telah ditentukan. Dengan urutan pengujian lainnya, perlengkapan tersebut juga digunakan untuk es krim, keju segar, atau pasta yang dimasak. Perpanjangan, elastisitas, lengketnya adonan dan gluten Uji tarik adonan adalah uji tarik skala mikro hanya diperlukan sedikit tepung atau adonan. Pengujian tersebut menentukan karakteristik pemrosesan, kelenturan, elastisitas, dan kekakuan adonan dan glutens. Ini berguna untuk perbandingan tepung dan bahan kue yang berbeda serta untuk menentukan pengaruhnya terhadap makanan yang dipanggang. Berbagai resep, jenis dan waktu pengolahan serta bahan tambahan dapat ditingkatkan untuk mencapai produk akhir yang optimal. Sebagai alternatif, pengikat dapat digunakan untuk menentukan karakteristik elastis dari permen karet. Alat uji ini digunakan untuk menentukan kekencangan mentega menurut ISO 16305. Dalam pengujian ini kawat baja tahan karat memotong kubus mentega yang sudah ditentukan. Uji ini sangat bergantung pada suhu dan dilakukan dengan metode standar dalam wadah air dengan temperature sedang. Pemotong mentega juga digunakan untuk penentuan kekuatan pemotongan keju, telur, sayuran, dan buah. Kematangan buah / sayur, kekerasan kulit Uji penetrasi, juga disebut "puncture tes" atau "penetrasi paksa", sering digunakan untuk menguji tingkat kematangan buah dan sayuran serta kekuatan kulit. Jarum suntik didorong ke dalam spesimen hingga kedalaman tertentu. Tergantung pada kulit dan konsistensi pulpa, kurva yang khas muncul. ZwickRoell telah mengembangkan berbagai alat penguji kekerasan untuk ikan dan daging. Silinder kompresi dengan luas permukaan yang besar digunakan sebagai indentor untuk mengukur kekerasan sosis atau kesegaran ikan dan mendapatkan data kendali mutu yang sebanding. Makanan berubah karakteristiknya tergantung pada kelembapan dan suhu lingkungan. Sesuai dengan sensitivitas produk, mungkin perlu untuk memprakondisikan spesimen atau menguji di bawah suhu konstan yang ditentukan. Contohnya adalah pengujian es krim pada suhu penyimpanan -20 °C, atau pengujian keju pizza pada suhu sekitar +80 °C. ZwickRoell telah mengembangkan ruang suhu terutama untuk aplikasi ini untuk digunakan dengan penganalisis tekstur zwickiLine. Suhu terpisah atau temperature ruang juga tersedia sesuai dengan kebutuhan Anda. Anda memiliki produk dengan karakteristik yang mencolok dan ingin memilih metode pengujian yang paling sesuai? Hal tersebut membutuhkan alat uji atau perlengkapan yang unik. ZwickRoell dapat mengembangkan dan menghasilkan alat yang paling sesuai untuk produk dan metode pengujian Anda. Dan jika diperlukan, Anda akan menerima program perangkat lunak yang spesifik khusus untuk pelanggan yang digunakan untuk urutan tes dan hasil tes Anda. Dengan memutar video ini, Anda menyetujui penggunaan cookie serta transfer data ke YouTube di AS. Pemberitahuan privasi data tambahan. Temukan selengkapnya Simulasi perilaku mengunyah melalui kompresi dan ekstrusi dengan sel Ottawa sel OTMS Simulasi perilaku mengunyah melalui kompresi dan ekstrusi dengan sel Ottawa sel OTMS Dengan memutar video ini, Anda menyetujui penggunaan cookie serta transfer data ke YouTube di AS. Pemberitahuan privasi data tambahan. Temukan selengkapnya Analisis tekstur mie Analisis tekstur mie dengan mesin uji bahan ZwickRoell zwickiLine Dengan memutar video ini, Anda menyetujui penggunaan cookie serta transfer data ke YouTube di AS. Pemberitahuan privasi data tambahan. Temukan selengkapnya Analisis Tekstur Keju Analisis tekstur keju dengan mesin uji bahan ZwickRoell zwickiLine Dengan memutar video ini, Anda menyetujui penggunaan cookie serta transfer data ke YouTube di AS. Pemberitahuan privasi data tambahan. Temukan selengkapnya Analisis tekstur chip Analisis tekstur chip dengan mesin uji bahan ZwickRoell zwickiLine Dengan memutar video ini, Anda menyetujui penggunaan cookie serta transfer data ke YouTube di AS. Pemberitahuan privasi data tambahan. Temukan selengkapnya Analisis tekstur sosis Vienna Analisis tekstur sosis Vienna dengan mesin uji bahan ZwickRoell zwickiLine Dengan memutar video ini, Anda menyetujui penggunaan cookie serta transfer data ke YouTube di AS. Pemberitahuan privasi data tambahan. Temukan selengkapnya Analisis tekstur apel Analisis tekstur dengan mesin uji zwickiline material ZwickRoell Dengan memutar video ini, Anda menyetujui penggunaan cookie serta transfer data ke YouTube di AS. Pemberitahuan privasi data tambahan. Temukan selengkapnya Uji lentur 3 titik pada crispbread Uji lentur 3 titik pada crispbread dengan mesin uji bahan zwickiLine Dengan memutar video ini, Anda menyetujui penggunaan cookie serta transfer data ke YouTube di AS. Pemberitahuan privasi data tambahan. Temukan selengkapnya Analisis tekstur hamburger / bakso dengan sel geser Kramer Analisis tekstur dengan mesin uji bahan ZwickRoell zwickiLine, uji dengan sel geser Kramer Ekstraksi spesimen harus selalu dilakukan di lokasi yang sama, misalnya ekstraksi keju harus selalu dilakukan pada jarak yang sama dari kulit buah. Arah pengambilan spesimen harus diperhatikan jika bahan uji memiliki struktur seperti serat pada daging anisotropi. Tepi kasar yang dihasilkan dari alat pemotong tumpul meningkatkan ketidakhomogenan spesimen, sehingga mempengaruhi jalannya pengujian, misalnya pecahnya pasta mi dan lasagna. Pemotongan paralel juga penting untuk distribusi tegangan yang homogen selama pengujian lihat gambar. Beban harus diterapkan pada sampel sehingga hanya pengaruh yang diinginkan yang disertakan dalam hasil pengujian. Ini paling baik dijelaskan dengan menggunakan apel sebagai contoh lihat gambar 3. Kami mencari dan menemukan solusi pengujian yang optimal untuk setiap kebutuhan Anda. Hubungi pakar industri kami. Kami berharap dapat mendiskusikan kebutuhan Anda. Hubungi kami
proses pengujian produk makanan